About Me

My Photo
prita
Loves to read, now try to write.....
View my complete profile

Followers

Sunday, January 31, 2010

Kalender

Seperti biasanya di berbagai kantor, swasta maupun pemerintah, menjelang akhir tahun dan awal tahun selalu ada pemberian bingkisan berupa kalender dari para rekan bisnis. Kalender yang dibagikan pun bermacam-macam, ada kalender dinding, kalender meja dan kalender yang tiap hari harus di sobek kertasnya karena perlembar hanya memuat tanggal pada hari itu saja. Dan bahan kalender pun bermacam-macam, ada yang kertasnya bagus ada pula yang biasa-biasa saja, ada yang bergambar pemandangan, foto maupun cerita kartun.

Penerima bingkisan kalender ini biasanya adalah orang-orang yang banyak berhubungan dengan pihak lain aka klien, semakin banyak dia dikenal orang maka semakin banyaklah kalender yang akan diterima. Bisa juga semakin tinggi kedudukan yang dia pegang, maka semakin banyak pula kalender yang akan dia terima. Jika seseorang itu bekerja di bagian finance maka bisa dipastikan yang akan member kalender biasanya adalah pihak bank, jika ia bekerja dibagian umum, maka biasanya yang akan memberikan kalender adalah rekanan bisnisnya missal supplier ATK, dan sebagainya.

Dilain pihak, yang namanya suatu perusahaan/kantor kan terdiri dari berbagai macam bagian, kedudukan maupun fungsi. Jika ada pihak-pihak yang selalu harus berhubungan dengan klien maka dapat dipastikan pula ada beberapa pihak yang tidak punya hubungan sama sekali dengan orang lain selain para pegawai di perusahaan/kantor tersebut. Dan dapat dipastikan pula bahwa dia tidak akan mendapat bingkisan kalender dari siapa-siapa.

Jika satu orang mendapatkan bingkisan kalender dari beberapa rekan bisnisnya, maka kalender yang akan dipakainya mungkin hanya 1-2 kalender saja, sisanya? Alangkah indahnya jika dibagikan kepada teman-teman yang lain. Tapi bisa jadi satu orang membutuhkan lebih dari 2 kalender karena mungkin rumahnya sangatlah besar atau 2 lantai, sehingga apabila kalender dipasang diruang makan dan dapur saja, maka lantai atas rumah tersebut tidak ada kalendernya atau dia mempunyai beberapa rumah tinggal untuk dipasangi kalender-kalender sehingga kalender yang dia dapat bisa jadi jumlahnya pas untuk dirinya sendiri atau malah kurang. Apalagi kalau dia harus menyediakan kalender untuk para sanak saudara, jadi dia tidak akan bisa berbagi dengan yang lainnya, bisa dimaklumi.

Jadi tinggallah kesadaran dari rekan lain yang mendapat kalender berlebih tapi hanya membutuhkan 1-2 kalender saja, sehingga bisa memberikan kalender lainnya pada rekan sejawat yang membutuhkan. Lebih bagus lagi kalau tidak usah menunggu mereka yang belum kebagian/mendapat kalender untuk meminta, bisa jadi rekan sejawatnya malu untuk meminta padahal sebenarnya dia membutuhkannya.

Namun ada kalanya yang dibagi pun merasa kurang, jadi dia mengumpulkan kalender dari beberapa orang, mungkin alasannya sama dengan diatas, karena rumahnya besar, atau rumahnya lebih dari 1 dan dia sebenernya bertindak atas nama orang lain yang belum mendapatkan kalender tapi malu untuk meminta. Orang lain ini bisa saja rekan kerjanya maupun sanak saudaranya.

Jika memang seperti itu keadaannya, ya tidak mengapa, toh pada prinsipnya kita sudah berbagi, berbagi itu kan bisa dengan siapa saja, dengan orang yang terdekat dengan kita maupun orang lain yang tidak kita kenal sekalipun. Bukankah memberi itu lebih baik daripada menerima?

Friday, January 22, 2010

Celana (ke) Pendek (an)

Kalo anda semua pergi ke mall sekarang ini, pemandangan apa yang akan paling banyak dilihat? Selain barang-barang yang di pajang dietalese toko tentunya. Yup bener, pemandangan elok dari pengunjung lainnya. Karena prinsip dari para pengunjung mall, bukan hanya abg tapi juga orang-orang yang sedang dalam mid life crisis dan termasuk juga orang tua, niat ke mall itu untuk rekreasi, jalan-jalan dan cuci mata. Naaah...yang dimaksud dengan cuci mata disini bukan Cuma pengen liat barang-barang bagus nan lucu tapi juga mau liat orang-orang yang bagus nan lucu. Sudah jadi rahasia umum bahwa orang pergi ke mall dandan kadang nyaris heboh dengan niat iklas untuk melihat dan terlihat bagi orang lain.



Dan yang sekarang jadi tren bagi segala usia adalah celana pendek. Coba liat aja kalo ke mall, kayaknya pada seragam semua gadis-gadis, mbak-mbak sampai ibu-ibu banyak yang pake celana pendek. Tau kan celana pendek? Itu loh celana yang panjangnya cuma sampai lutut, ada juga yang sepaha bahkan ada yang Cuma sampai pangkal paha aja. Kalo celana pendek yang selutut sih okelah, masih tergolong sopan, kan sama aja kayak pake rok sepan seperti punya mbak-mbak pegawai bank, tapi yang sering dilihat di mall itu adalah celana pendek yang sepaha dan celana yang kependekan maksudnya saking pendeknya jadi cuma sampai pangkal paha doang alias di bawah bokong (maaf) persis. Jadi yang gue bahas disini adalah celana pendek yg sepaha dan celana yang kependekan alias yang sepangkal paha.



Okelah kalo yang memakainya itu kakinya langsing dan mulus, orang juga seneng ngeliatnya, apalagi cowo-cowo, ya gak apa apa namanya juga rejeki kan. Tapi banyak juga yang make celana kependekan itu ga ngeliat keadaan dirinya alias ga pantes. Kan kasihan orang-orang yang ngeliat, matanya jadi pada sepet, dan juga kasihan pemakainya yang ditatap dengan pandangan aneh karena tingkat ke pede annya yang luar biasa.



Oke...oke...gue ngaku, gue juga pemakai setia celana pendek, tapi........cuma di rumah aja, itu udah jadi seragam wajib gue, celana pendek plus tank top, secara gerah banget idup di bekasi, mo nyalain ac 24 jam takut bayar listriknya kemahalan. Gue pake celana pendek ini udah mulai balita kali, keterusan deh sampai sekarang. Celana pendek udah jadi bagian dari hidup gue. Tetep.....dipake dirumah aja, kalo kluar rumah sih udah ga pede ama paha yang sudah ga langsing lagi, hiiiiiyy.............jadi kalo mau kluar rumah, gue buru-buru tuh ganti baju yang lebih sopan tentunya, malu di liat tetangga.



Mudah-mudahan celana pendek ini akan menjadi trend sesaat saja, seperti halnya celana cutbray yang kini menghilang dari peredaran. Karena gue kawatir kalo trend-nya kelamaan maka kaum transeksual yang banyak berkeliaran di pinggir jalan akan ikut-ikutan pake celana kependekan (iiiiiiiiih.......males ngebayanginnya). Tapi, ada kekhawatiran lainnya, sering lihat MTV ga? Perhatiin deh, video clip para artis wanitanya semua nyanyi pake baju renang model one piece yang belahan dadanya sampe ke udel, contohnya beyonce and lady gaga di klip ”audio phone”, trus britney spears, madonna, mariah carey dan masih banyak lagi. Kalo baju renang di jadiin trend sebagai pakaian sehari-hari, kebayang ga sih kalo di mall-mall para wanita semua pake baju renang layaknya para artis itu? Oh No!!!!!!!
Friday, January 15, 2010

the only 12.5 Writing Rules you'll ever need

1. If you write everyday, you get better at writing everyday
2. If it’s boring to you, it’s boring to your readers.
3. Get a writing routine, and get stick with it
4. Poetry does NOT have to rhyme, poetry does NOT have to rhyme.
5. Resist stereotype, in real life and in your writing.
6. Writers read. Writers read a lot. Writers read all the time.
7. Make lists of your favorite words, books and places and things.
8. There doesn’t always have to be a moral to the story.
9. Always bring your notebook, always bring a spare pen.
10. Go for walks. Dance. Pull weeds. Do the dishes. Write about it.
11. Don’t settle on just one style. Try something new.
12. Learn to tell both sides of the story.
12.5. Stop looking at this poster. WRITE SOMETHING!

Sumber Unknown, dapet dari menjelajah internet!

Bukan Pegawai Biasa

Di suatu siang yang terik, di sudut sebuah kantin yang panas tanpa ac, di belakang gedung perkantoran daerah Sudirman, sebuah telepon genggam biasa dan bukan blackberry menderingkan nada panggil dari penggalan lagu fireflies dari owl city, seorang perempuan, sedang bermandi peluh, tanpa blazer dan bersandal , muka berminyak, rambut digelung dan di jepit sekedarnya, mulut kepedesan karena bakwan malang yang kebanyakan sambel, menjawab dering hape kurang canggih tersebut. “halo”………..”iya pak…..ada apa kok sampe nelpon ke hape?”……..”oooh yang palm oil di Riau ya?”………..”kalo sekarang sih, paling saya bisanya ambil 10 milyar”…….”ya, kalo mau lebih, ntar deh kita itung lagi….”…….”ok deh…..sama-sama….”. Segerombolan pegawai kantor di meja sebelah yang nyaris berdempetan, melihat dengan pandangan agak aneh dan membatin “lagak loe tuh ngomong milyar, tampang kayak penjaga toko di itc aja”.

Di pagi hari, di rumah sakit ibu dan anak daerah Bekasi, di antara kursi plastic para pasien yang sedang mengantri dokter anak praktek pagi, seorang laki-laki dengan putra balitanya yang sedang batuk-batuk, yang pergi ke dokter dengan terburu-buru, sehingga hanya sempet memakai kaos pertama yang dilihatnya di gantungan lemari dan bersandal jepit, sambil menenteng helm yang lupa di cantolin di motor saking buru-burunya takut dapet nomor antrian paling siang, bergegas mengangkat hape cdma keluaran esia seharga 300 ribuan. “ya haloo…”………”gue belum ke kantor, ada apa?....”rutenya kemana kapalnya?”……”ya kalo 5 milyar gue berani ambil….”……..”oke, yang lain-lain ntar aja di omongin di kantor ya….oke deeeh…”. Seorang lelaki lain, dengan tampang segar tampak baru keluar dari mobil ber-ac yang duduk disebelahnya membatin “yaelah, tukang ojek aja belagu, sok ngomong milyar, ga malu tuh ama sandal jepit……”.

Disuatu sore yang melelahkan, dalam suatu angkot yang padat, ditengah himpitan penumpang, seorang perempuan tampak sibuk merogoh-rogoh tasnya untuk mencari handphone nya dan bukanlah i-phone yang menjerit-jeritkan nada dering volume paling tinggi. “halo”……”jam segini ya udah pulanglah”……”apa? Yang mana?”……”gudang arsip di Cikarang itu?”……”kalo Cuma 4 milyar ya buat elo aja deh, ga usah dibagi ke gue, ntar gue ambil apartemen yang di Sommerset aja, bisalah 20 milyar”. Mas-mas yang duduk didepannya, melengos sambil bisik-bisik ke temen sebelahnya “ kalo punya 20 milyar kenapa masih naik angkot siiih?....menuh-menuhin aja deh”.

Mereka bertiga, setelah sadar atas apa yang telah diucapkan melalui handphone masing-masing, sebenernya geli sendiri, jangankan orang lain yang mendengarkan. Ngomongnya aja milyar, wujudnya sih ga pernah liat secara nyata tumpukan duit yang bernilai milyar. Jangankan milyar, duit premi sepersekian persen dari milyar yang dihasilkan dari bisnis milyaran bahkan trilyunan itu aja hanya bisa dilihat tulisannya aja pada saat penanda-tanganan Slip Reasuransi , yang akan datang belakangan setelah proses negoisasi selesai.

Bisnis ini emang seakan-akan ga nyata, ambil pabrik ini, mau apartemen itu, ikut pelayaran mana, padahal barangnya seperti apa dan letaknya di mana serba ga jelas, gelap. Gayanya aja keren karena ngomong milyaran, padahal yang diterima gaji bulanan yang segitu-segitu aja, udah ketaker. Mana metode, bentuk dan cara perhitungannya sangat njelimet bikin mumet, yang bertahun-tahun jadi pegawai perusahaan seperti ini aja masih bingung apalagi orang awam.