About Me

My Photo
prita
Loves to read, now try to write.....
View my complete profile

Followers

Friday, January 15, 2010

Bukan Pegawai Biasa

Di suatu siang yang terik, di sudut sebuah kantin yang panas tanpa ac, di belakang gedung perkantoran daerah Sudirman, sebuah telepon genggam biasa dan bukan blackberry menderingkan nada panggil dari penggalan lagu fireflies dari owl city, seorang perempuan, sedang bermandi peluh, tanpa blazer dan bersandal , muka berminyak, rambut digelung dan di jepit sekedarnya, mulut kepedesan karena bakwan malang yang kebanyakan sambel, menjawab dering hape kurang canggih tersebut. “halo”………..”iya pak…..ada apa kok sampe nelpon ke hape?”……..”oooh yang palm oil di Riau ya?”………..”kalo sekarang sih, paling saya bisanya ambil 10 milyar”…….”ya, kalo mau lebih, ntar deh kita itung lagi….”…….”ok deh…..sama-sama….”. Segerombolan pegawai kantor di meja sebelah yang nyaris berdempetan, melihat dengan pandangan agak aneh dan membatin “lagak loe tuh ngomong milyar, tampang kayak penjaga toko di itc aja”.

Di pagi hari, di rumah sakit ibu dan anak daerah Bekasi, di antara kursi plastic para pasien yang sedang mengantri dokter anak praktek pagi, seorang laki-laki dengan putra balitanya yang sedang batuk-batuk, yang pergi ke dokter dengan terburu-buru, sehingga hanya sempet memakai kaos pertama yang dilihatnya di gantungan lemari dan bersandal jepit, sambil menenteng helm yang lupa di cantolin di motor saking buru-burunya takut dapet nomor antrian paling siang, bergegas mengangkat hape cdma keluaran esia seharga 300 ribuan. “ya haloo…”………”gue belum ke kantor, ada apa?....”rutenya kemana kapalnya?”……”ya kalo 5 milyar gue berani ambil….”……..”oke, yang lain-lain ntar aja di omongin di kantor ya….oke deeeh…”. Seorang lelaki lain, dengan tampang segar tampak baru keluar dari mobil ber-ac yang duduk disebelahnya membatin “yaelah, tukang ojek aja belagu, sok ngomong milyar, ga malu tuh ama sandal jepit……”.

Disuatu sore yang melelahkan, dalam suatu angkot yang padat, ditengah himpitan penumpang, seorang perempuan tampak sibuk merogoh-rogoh tasnya untuk mencari handphone nya dan bukanlah i-phone yang menjerit-jeritkan nada dering volume paling tinggi. “halo”……”jam segini ya udah pulanglah”……”apa? Yang mana?”……”gudang arsip di Cikarang itu?”……”kalo Cuma 4 milyar ya buat elo aja deh, ga usah dibagi ke gue, ntar gue ambil apartemen yang di Sommerset aja, bisalah 20 milyar”. Mas-mas yang duduk didepannya, melengos sambil bisik-bisik ke temen sebelahnya “ kalo punya 20 milyar kenapa masih naik angkot siiih?....menuh-menuhin aja deh”.

Mereka bertiga, setelah sadar atas apa yang telah diucapkan melalui handphone masing-masing, sebenernya geli sendiri, jangankan orang lain yang mendengarkan. Ngomongnya aja milyar, wujudnya sih ga pernah liat secara nyata tumpukan duit yang bernilai milyar. Jangankan milyar, duit premi sepersekian persen dari milyar yang dihasilkan dari bisnis milyaran bahkan trilyunan itu aja hanya bisa dilihat tulisannya aja pada saat penanda-tanganan Slip Reasuransi , yang akan datang belakangan setelah proses negoisasi selesai.

Bisnis ini emang seakan-akan ga nyata, ambil pabrik ini, mau apartemen itu, ikut pelayaran mana, padahal barangnya seperti apa dan letaknya di mana serba ga jelas, gelap. Gayanya aja keren karena ngomong milyaran, padahal yang diterima gaji bulanan yang segitu-segitu aja, udah ketaker. Mana metode, bentuk dan cara perhitungannya sangat njelimet bikin mumet, yang bertahun-tahun jadi pegawai perusahaan seperti ini aja masih bingung apalagi orang awam.

1 comments:

Obelix said...

Rasanya seperti mimpi yaa, saat denger orang disebelah kita bicara bisnis bernilai miliaran rupiah ditelepon.

Wooow..!

Tapi pas kita lihat kesehariannya, lhaa koq miris !
Bisnis yang dibicarakan dan membuat orang disekelilingnya berdecak kagum dan membatin, pasti Ferrarinya lagi masuk bengkel & kelamaan nunggu spare parts nya dikirim dari itali niih, makanya naik omprengan.

Kalo ditanya gajinya pasti mereka merendah, cuma 10-an koq..
Maksudnya tanggal sepuluhan udah abis tuuh gaji, ga sempet mampir di tabungan hari tua..

hahaha...