About Me

My Photo
prita
Loves to read, now try to write.....
View my complete profile

Followers

Sunday, April 11, 2010

Hidup adalah perjuangan

Setelah sekian lama ga nyoba nulis lagi, rasanya berat sekali ngumpulin sisa-sisa tenaga dan pikiran untuk sekedar buka notebook dan mulai menulis sesuatu. Setelah malam-malam panjang penuh perjuangan untuk belajar di usia yang ga lagi muda, rasanya tenaga udah abis dan mulai kegiatan hibernasi yang kalau ga segera dihentikan bakalan berkepanjangan. Sesudah sebulan tidur nyaris dini hari demi bisa membaca diktat personal insurances, lega juga akhirnya masa-masa menggelisahkan itu lewat sudah, meskipun hasilnya toh belum ketahuan juga. Yang artinya jika tidak lulus maka selamat datang kembali pada masa-masa suram untuk belajar di tengah malam. Tapi hidup adalah sebuah perjuangan, kalau hanya melakukan rutinitas yang sama selama bertahun-tahun tanpa ada sebuah pencapaian sangatlah dekat dengan sebutan pecundang.

Jangan mau menjadi semacam tipikal orang-orang yang hanya mau sedikit berusaha tapi mengharapkan hasil yang melimpah. Itu hanya terjadi kalau kita adalah anak orang kaya raya, karena segala sesuatu sudah tersedia tinggal comot aja. Tanamkan semangat juang sejak kecil, karena kalau semangat juang baru disadari pada saat beranjak dewasa, sudah terlalu terlambat, sudah jauh tertinggal, akhirnya akan mematikan semangat itu sendiri kalau bukan benar-benar pejuang sejati.

Miris rasanya melihat anak-anak di berbagai belahan bumi Indonesia ini menderita kekurangan gizi, gizi buruk dan sebagainya. Sebuah contoh kecil kurangnya sebuah usaha. Padahal kalau mau, menanam bayam yang sarat dengan gizi tinggi sangatlah mudah, tinggal tancep di pot aja kok. Atau bisa jadi juga sudah tidak ada uang untuk beli pot, suaminya atau istrinya yang bisa di ajak kerjasama untuk menanam minggat entah kemana, para tetangga yang sudah tidak peduli dengan sekitarnya ataupun hanya ekploitasi media massa yang mencari sensasi semata. Entahlah.

Perjuangan selalu diikuti oleh pengorbanan, contohnya mengorbankan waktu untuk pergi ke bioskop tiap minggu demi menghapal pengecualian dalam Polis, mengorbankan waktu tidur atau waktu istirahat dan bersantai demi sebuah latihan soal, mengorbankan tenaga demi sesuap nasi yang dibutuhkan anak-anak kita. Hasil akhirnya kita juga yang menikmatinya baik itu pahit atau manis. Hasil pahit dan manis harus tetap disyukuri karena kita tidak akan pernah tahu sesuatu itu manis tanpa pernah merasakan yang pahit.

Apapun itu, kalau memang layak di perjuangkan, perjuangkanlah. Apa saja, gelar, karir yang lebih baik, kehidupan, cinta dan sebagainya. Kejar selagi bisa dan mampu. Jangan hanya berdiam diri dan mengeluh. Karena hidup ini adalah perjuangan tanpa henti Teman!

3 comments:

kiJokoBodho said...

Semangatnya boleh juga bu !
Kagum sekaligus salut. Di usia yang sudah tidak lagi muda, jika tidak mau disebut senja, anda masih berjuang menggapai gelar.

Tidak perduli harus terpana di tengah malam, demi melihat tulisan-tulisan yang rasanya seperti mengambang diatas buku diktat, tapi anda terlihat cukup keras berusaha belajar. Salut !

Semoga saat semester ini berakhir, anda akan memetik hasil yang manis.
--mungkin semanis penulis blog ini--

Bumbu dapur said...

Ujian.. Ujian.. Dan ujian..
Sudah semester berapa bu ?
Saya juga pusing kalau disuruh belajar sepulang kantor. Sudah capek bekerja, begitu sampai rumah masih harus menyempatkan diri untuk belajar. Sudah itu ternyata hasilnya tidak menyenangkan. Mau marah rasanya yaa.

Tapi apaboleh buat, kita harus tetap menghadapinya, tidak bisa ditolak kaaan ?

Tapi saya tetap salut dengan semangat ibu yang gigih mengejar ilmu. Tetap tabah dan semuga sukses di semester yang akan datang ya bu.

Ngomong-ngomong, putri putrinya yang di profile ibu itu sudah dewasa ya bu, cantik lho.

anto said...

yang penting siih hasilnya nanti..
kalo lulus, berarti ga percuma kaan bela-belain belajar tengah malem plus ga pergi nonton saat weekend.. tapi itulah salah satu bentuk perjuangan..
betool..?

tapi kalo sampe ga lulus, pasti karena standar jawabannya ga sama antara satu penguji dan penguji lainnya..
sedang menurut penguji A, jawabannya udah cukup untuk dinyatakan lulus.. tapi menurut penguji B, jawabannya belum cukup untuk dinyatakan lulus..

ngomong masalah bayam, udah ada tanaman bayam di halaman rumah belum ?

;p