Blog Archive
About Me
My Blog List
Followers
Kalender
Seperti biasanya di berbagai kantor, swasta maupun pemerintah, menjelang akhir tahun dan awal tahun selalu ada pemberian bingkisan berupa kalender dari para rekan bisnis. Kalender yang dibagikan pun bermacam-macam, ada kalender dinding, kalender meja dan kalender yang tiap hari harus di sobek kertasnya karena perlembar hanya memuat tanggal pada hari itu saja. Dan bahan kalender pun bermacam-macam, ada yang kertasnya bagus ada pula yang biasa-biasa saja, ada yang bergambar pemandangan, foto maupun cerita kartun.
Penerima bingkisan kalender ini biasanya adalah orang-orang yang banyak berhubungan dengan pihak lain aka klien, semakin banyak dia dikenal orang maka semakin banyaklah kalender yang akan diterima. Bisa juga semakin tinggi kedudukan yang dia pegang, maka semakin banyak pula kalender yang akan dia terima. Jika seseorang itu bekerja di bagian finance maka bisa dipastikan yang akan member kalender biasanya adalah pihak bank, jika ia bekerja dibagian umum, maka biasanya yang akan memberikan kalender adalah rekanan bisnisnya missal supplier ATK, dan sebagainya.
Dilain pihak, yang namanya suatu perusahaan/kantor kan terdiri dari berbagai macam bagian, kedudukan maupun fungsi. Jika ada pihak-pihak yang selalu harus berhubungan dengan klien maka dapat dipastikan pula ada beberapa pihak yang tidak punya hubungan sama sekali dengan orang lain selain para pegawai di perusahaan/kantor tersebut. Dan dapat dipastikan pula bahwa dia tidak akan mendapat bingkisan kalender dari siapa-siapa.
Jika satu orang mendapatkan bingkisan kalender dari beberapa rekan bisnisnya, maka kalender yang akan dipakainya mungkin hanya 1-2 kalender saja, sisanya? Alangkah indahnya jika dibagikan kepada teman-teman yang lain. Tapi bisa jadi satu orang membutuhkan lebih dari 2 kalender karena mungkin rumahnya sangatlah besar atau 2 lantai, sehingga apabila kalender dipasang diruang makan dan dapur saja, maka lantai atas rumah tersebut tidak ada kalendernya atau dia mempunyai beberapa rumah tinggal untuk dipasangi kalender-kalender sehingga kalender yang dia dapat bisa jadi jumlahnya pas untuk dirinya sendiri atau malah kurang. Apalagi kalau dia harus menyediakan kalender untuk para sanak saudara, jadi dia tidak akan bisa berbagi dengan yang lainnya, bisa dimaklumi.
Jadi tinggallah kesadaran dari rekan lain yang mendapat kalender berlebih tapi hanya membutuhkan 1-2 kalender saja, sehingga bisa memberikan kalender lainnya pada rekan sejawat yang membutuhkan. Lebih bagus lagi kalau tidak usah menunggu mereka yang belum kebagian/mendapat kalender untuk meminta, bisa jadi rekan sejawatnya malu untuk meminta padahal sebenarnya dia membutuhkannya.
Namun ada kalanya yang dibagi pun merasa kurang, jadi dia mengumpulkan kalender dari beberapa orang, mungkin alasannya sama dengan diatas, karena rumahnya besar, atau rumahnya lebih dari 1 dan dia sebenernya bertindak atas nama orang lain yang belum mendapatkan kalender tapi malu untuk meminta. Orang lain ini bisa saja rekan kerjanya maupun sanak saudaranya.
Jika memang seperti itu keadaannya, ya tidak mengapa, toh pada prinsipnya kita sudah berbagi, berbagi itu kan bisa dengan siapa saja, dengan orang yang terdekat dengan kita maupun orang lain yang tidak kita kenal sekalipun. Bukankah memberi itu lebih baik daripada menerima?
2 comments:
perfecto !!
kalau dapet kalender banyak, bagi-bagiin aja laaah.. itung-itung amal.
untuk di rumah, cukup satu. kecuali ada pesanan dari ortu / mertua.
hehehe...
Post a Comment