Blog Archive
Blog Archive
About Me
My Blog List
Followers
Saturday, June 26, 2010
Cemburu
Pernakah anda merasa cemburu? Pastinya pernah, atau malah sering? Tak mengapa kalau memang sering, tapi jangan bilang kalau tidak pernah merasa cemburu, karena cemburu adalah perasaan yang manusiawi sehingga setiap orang pasti pernah mengalaminya. Bahkan dari usia balita sampai dengan usia yang tidak terbatas.
Jika didefinisikan arti kata cemburu itu kira-kira begini: Suatu perasaan dalam diri manusia yang muncul karena adanya keinginan untuk terlihat, diperlakukan dan disejajarkan sama atau melebihi dengan orang lain. Jadi kira-kira perasaan cemburu itu timbul dari adanya perbandingan mengenai satu atau berbagai hal antara satu orang dengan orang lainnya.
Cemburu bukan hanya di alami oleh orang-orang yang sedang memadu kasih, meskipun intensitas untuk cemburu dalam hal ini tergolong lebih besar . Mulai dari bayi usia 6 bulan,perasaan cemburu sudah bisa terlihat. Contohnya jika ibunya terlihat menggendong bayi lainnya maka sibayi akan segera merengek minta perhatian dari ibunya.
Lalu bagaimana jika cemburu datang melanda?
Kita tidak bisa mengontrol kapan perasaan cemburu itu akan datang, dia akan datang kapan saja tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tapi kita bisa mengontrol bagaimana cara kita untuk bereaksi jika perasaan cemburu itu muncul. Kemampuan seseorang untuk mengontrol reaksi itu berbeda-beda. Bisa saja tergantung jam terbangnya, alias semakin dewasa seseorang semakin bagus pengendalian dirinya. Bisa juga tergantung masing-masing kepribadian/pembawaan.
Contohnya jika ada teman yang lulus ujian sementara kita tidak, tentu saja sedikit banyak akan ada perasaan cemburu atau iri, yang bisa mengatasi akan dengan legowo memberikan ucapan selamat dan intropeksi diri dengan belajar lebih giat lagi agar lulus diujian yang akan datang, sementara yang tidak bisa mengatasi rasa cemburunya akan berprasangka bahwa teman yang lulus tersebut nyontek atau dapat bocoran soal dan berbagai macam pikiran yang ga penting lainnya.
Maka dari itu muncul istilah cemburu buta, mungkin istilah itu timbul karena adanya ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan perasaannya dan bereaksi berlebihan karena rasa cemburu yang dideritanya.
Contoh cemburu lainnya, penumpang bis yang duduk dekat jendela akan merasa cemburu yang luar biasa jika melihat penumpang kendaraan pribadi yang duduk dengan nyaman di dalam mobilnya tanpa perlu berdesakan dan kepanasan, padahal dalam waktu yang sama ada penumpang bis lainnya yang merasa cemburu luar biasa pada penumpang bis yang duduk,karena ia harus berdiri. Padahal keduanya membayar dengan harga yang sama namun dengan kenyamanan yang berbeda,maka timbullah kecemburuan. Namun, dengan tingkat pemakluman yang tinggi, jarang sekali terdengar keributan antara penumpang yang duduk dengan yang berdiri.
Lantas apakah kita harus malu mengakui kalau sedang dilanda cemburu?
Kalau memang sudah terlihat nampak cemburu ya sudah akui saja, mengelak toh tidak ada gunanya juga. Dengan mengakui, sebagian beban rasa cemburu (mudah-mudahan) akan terangkat. Bukankah hal itu membuktikan bahwa kita masih manusia?
Jika didefinisikan arti kata cemburu itu kira-kira begini: Suatu perasaan dalam diri manusia yang muncul karena adanya keinginan untuk terlihat, diperlakukan dan disejajarkan sama atau melebihi dengan orang lain. Jadi kira-kira perasaan cemburu itu timbul dari adanya perbandingan mengenai satu atau berbagai hal antara satu orang dengan orang lainnya.
Cemburu bukan hanya di alami oleh orang-orang yang sedang memadu kasih, meskipun intensitas untuk cemburu dalam hal ini tergolong lebih besar . Mulai dari bayi usia 6 bulan,perasaan cemburu sudah bisa terlihat. Contohnya jika ibunya terlihat menggendong bayi lainnya maka sibayi akan segera merengek minta perhatian dari ibunya.
Lalu bagaimana jika cemburu datang melanda?
Kita tidak bisa mengontrol kapan perasaan cemburu itu akan datang, dia akan datang kapan saja tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tapi kita bisa mengontrol bagaimana cara kita untuk bereaksi jika perasaan cemburu itu muncul. Kemampuan seseorang untuk mengontrol reaksi itu berbeda-beda. Bisa saja tergantung jam terbangnya, alias semakin dewasa seseorang semakin bagus pengendalian dirinya. Bisa juga tergantung masing-masing kepribadian/pembawaan.
Contohnya jika ada teman yang lulus ujian sementara kita tidak, tentu saja sedikit banyak akan ada perasaan cemburu atau iri, yang bisa mengatasi akan dengan legowo memberikan ucapan selamat dan intropeksi diri dengan belajar lebih giat lagi agar lulus diujian yang akan datang, sementara yang tidak bisa mengatasi rasa cemburunya akan berprasangka bahwa teman yang lulus tersebut nyontek atau dapat bocoran soal dan berbagai macam pikiran yang ga penting lainnya.
Maka dari itu muncul istilah cemburu buta, mungkin istilah itu timbul karena adanya ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan perasaannya dan bereaksi berlebihan karena rasa cemburu yang dideritanya.
Contoh cemburu lainnya, penumpang bis yang duduk dekat jendela akan merasa cemburu yang luar biasa jika melihat penumpang kendaraan pribadi yang duduk dengan nyaman di dalam mobilnya tanpa perlu berdesakan dan kepanasan, padahal dalam waktu yang sama ada penumpang bis lainnya yang merasa cemburu luar biasa pada penumpang bis yang duduk,karena ia harus berdiri. Padahal keduanya membayar dengan harga yang sama namun dengan kenyamanan yang berbeda,maka timbullah kecemburuan. Namun, dengan tingkat pemakluman yang tinggi, jarang sekali terdengar keributan antara penumpang yang duduk dengan yang berdiri.
Lantas apakah kita harus malu mengakui kalau sedang dilanda cemburu?
Kalau memang sudah terlihat nampak cemburu ya sudah akui saja, mengelak toh tidak ada gunanya juga. Dengan mengakui, sebagian beban rasa cemburu (mudah-mudahan) akan terangkat. Bukankah hal itu membuktikan bahwa kita masih manusia?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment