Blog Archive
About Me
My Blog List
Followers
Kalender
Seperti biasanya di berbagai kantor, swasta maupun pemerintah, menjelang akhir tahun dan awal tahun selalu ada pemberian bingkisan berupa kalender dari para rekan bisnis. Kalender yang dibagikan pun bermacam-macam, ada kalender dinding, kalender meja dan kalender yang tiap hari harus di sobek kertasnya karena perlembar hanya memuat tanggal pada hari itu saja. Dan bahan kalender pun bermacam-macam, ada yang kertasnya bagus ada pula yang biasa-biasa saja, ada yang bergambar pemandangan, foto maupun cerita kartun.
Penerima bingkisan kalender ini biasanya adalah orang-orang yang banyak berhubungan dengan pihak lain aka klien, semakin banyak dia dikenal orang maka semakin banyaklah kalender yang akan diterima. Bisa juga semakin tinggi kedudukan yang dia pegang, maka semakin banyak pula kalender yang akan dia terima. Jika seseorang itu bekerja di bagian finance maka bisa dipastikan yang akan member kalender biasanya adalah pihak bank, jika ia bekerja dibagian umum, maka biasanya yang akan memberikan kalender adalah rekanan bisnisnya missal supplier ATK, dan sebagainya.
Dilain pihak, yang namanya suatu perusahaan/kantor kan terdiri dari berbagai macam bagian, kedudukan maupun fungsi. Jika ada pihak-pihak yang selalu harus berhubungan dengan klien maka dapat dipastikan pula ada beberapa pihak yang tidak punya hubungan sama sekali dengan orang lain selain para pegawai di perusahaan/kantor tersebut. Dan dapat dipastikan pula bahwa dia tidak akan mendapat bingkisan kalender dari siapa-siapa.
Jika satu orang mendapatkan bingkisan kalender dari beberapa rekan bisnisnya, maka kalender yang akan dipakainya mungkin hanya 1-2 kalender saja, sisanya? Alangkah indahnya jika dibagikan kepada teman-teman yang lain. Tapi bisa jadi satu orang membutuhkan lebih dari 2 kalender karena mungkin rumahnya sangatlah besar atau 2 lantai, sehingga apabila kalender dipasang diruang makan dan dapur saja, maka lantai atas rumah tersebut tidak ada kalendernya atau dia mempunyai beberapa rumah tinggal untuk dipasangi kalender-kalender sehingga kalender yang dia dapat bisa jadi jumlahnya pas untuk dirinya sendiri atau malah kurang. Apalagi kalau dia harus menyediakan kalender untuk para sanak saudara, jadi dia tidak akan bisa berbagi dengan yang lainnya, bisa dimaklumi.
Jadi tinggallah kesadaran dari rekan lain yang mendapat kalender berlebih tapi hanya membutuhkan 1-2 kalender saja, sehingga bisa memberikan kalender lainnya pada rekan sejawat yang membutuhkan. Lebih bagus lagi kalau tidak usah menunggu mereka yang belum kebagian/mendapat kalender untuk meminta, bisa jadi rekan sejawatnya malu untuk meminta padahal sebenarnya dia membutuhkannya.
Namun ada kalanya yang dibagi pun merasa kurang, jadi dia mengumpulkan kalender dari beberapa orang, mungkin alasannya sama dengan diatas, karena rumahnya besar, atau rumahnya lebih dari 1 dan dia sebenernya bertindak atas nama orang lain yang belum mendapatkan kalender tapi malu untuk meminta. Orang lain ini bisa saja rekan kerjanya maupun sanak saudaranya.
Jika memang seperti itu keadaannya, ya tidak mengapa, toh pada prinsipnya kita sudah berbagi, berbagi itu kan bisa dengan siapa saja, dengan orang yang terdekat dengan kita maupun orang lain yang tidak kita kenal sekalipun. Bukankah memberi itu lebih baik daripada menerima?
Celana (ke) Pendek (an)
Dan yang sekarang jadi tren bagi segala usia adalah celana pendek. Coba liat aja kalo ke mall, kayaknya pada seragam semua gadis-gadis, mbak-mbak sampai ibu-ibu banyak yang pake celana pendek. Tau kan celana pendek? Itu loh celana yang panjangnya cuma sampai lutut, ada juga yang sepaha bahkan ada yang Cuma sampai pangkal paha aja. Kalo celana pendek yang selutut sih okelah, masih tergolong sopan, kan sama aja kayak pake rok sepan seperti punya mbak-mbak pegawai bank, tapi yang sering dilihat di mall itu adalah celana pendek yang sepaha dan celana yang kependekan maksudnya saking pendeknya jadi cuma sampai pangkal paha doang alias di bawah bokong (maaf) persis. Jadi yang gue bahas disini adalah celana pendek yg sepaha dan celana yang kependekan alias yang sepangkal paha.
Okelah kalo yang memakainya itu kakinya langsing dan mulus, orang juga seneng ngeliatnya, apalagi cowo-cowo, ya gak apa apa namanya juga rejeki kan. Tapi banyak juga yang make celana kependekan itu ga ngeliat keadaan dirinya alias ga pantes. Kan kasihan orang-orang yang ngeliat, matanya jadi pada sepet, dan juga kasihan pemakainya yang ditatap dengan pandangan aneh karena tingkat ke pede annya yang luar biasa.
Oke...oke...gue ngaku, gue juga pemakai setia celana pendek, tapi........cuma di rumah aja, itu udah jadi seragam wajib gue, celana pendek plus tank top, secara gerah banget idup di bekasi, mo nyalain ac 24 jam takut bayar listriknya kemahalan. Gue pake celana pendek ini udah mulai balita kali, keterusan deh sampai sekarang. Celana pendek udah jadi bagian dari hidup gue. Tetep.....dipake dirumah aja, kalo kluar rumah sih udah ga pede ama paha yang sudah ga langsing lagi, hiiiiiyy.............jadi kalo mau kluar rumah, gue buru-buru tuh ganti baju yang lebih sopan tentunya, malu di liat tetangga.
Mudah-mudahan celana pendek ini akan menjadi trend sesaat saja, seperti halnya celana cutbray yang kini menghilang dari peredaran. Karena gue kawatir kalo trend-nya kelamaan maka kaum transeksual yang banyak berkeliaran di pinggir jalan akan ikut-ikutan pake celana kependekan (iiiiiiiiih.......males ngebayanginnya). Tapi, ada kekhawatiran lainnya, sering lihat MTV ga? Perhatiin deh, video clip para artis wanitanya semua nyanyi pake baju renang model one piece yang belahan dadanya sampe ke udel, contohnya beyonce and lady gaga di klip ”audio phone”, trus britney spears, madonna, mariah carey dan masih banyak lagi. Kalo baju renang di jadiin trend sebagai pakaian sehari-hari, kebayang ga sih kalo di mall-mall para wanita semua pake baju renang layaknya para artis itu? Oh No!!!!!!!
the only 12.5 Writing Rules you'll ever need
2. If it’s boring to you, it’s boring to your readers.
3. Get a writing routine, and get stick with it
4. Poetry does NOT have to rhyme, poetry does NOT have to rhyme.
5. Resist stereotype, in real life and in your writing.
6. Writers read. Writers read a lot. Writers read all the time.
7. Make lists of your favorite words, books and places and things.
8. There doesn’t always have to be a moral to the story.
9. Always bring your notebook, always bring a spare pen.
10. Go for walks. Dance. Pull weeds. Do the dishes. Write about it.
11. Don’t settle on just one style. Try something new.
12. Learn to tell both sides of the story.
12.5. Stop looking at this poster. WRITE SOMETHING!
Sumber Unknown, dapet dari menjelajah internet!
Bukan Pegawai Biasa
Di pagi hari, di rumah sakit ibu dan anak daerah Bekasi, di antara kursi plastic para pasien yang sedang mengantri dokter anak praktek pagi, seorang laki-laki dengan putra balitanya yang sedang batuk-batuk, yang pergi ke dokter dengan terburu-buru, sehingga hanya sempet memakai kaos pertama yang dilihatnya di gantungan lemari dan bersandal jepit, sambil menenteng helm yang lupa di cantolin di motor saking buru-burunya takut dapet nomor antrian paling siang, bergegas mengangkat hape cdma keluaran esia seharga 300 ribuan. “ya haloo…”………”gue belum ke kantor, ada apa?....”rutenya kemana kapalnya?”……”ya kalo 5 milyar gue berani ambil….”……..”oke, yang lain-lain ntar aja di omongin di kantor ya….oke deeeh…”. Seorang lelaki lain, dengan tampang segar tampak baru keluar dari mobil ber-ac yang duduk disebelahnya membatin “yaelah, tukang ojek aja belagu, sok ngomong milyar, ga malu tuh ama sandal jepit……”.
Disuatu sore yang melelahkan, dalam suatu angkot yang padat, ditengah himpitan penumpang, seorang perempuan tampak sibuk merogoh-rogoh tasnya untuk mencari handphone nya dan bukanlah i-phone yang menjerit-jeritkan nada dering volume paling tinggi. “halo”……”jam segini ya udah pulanglah”……”apa? Yang mana?”……”gudang arsip di Cikarang itu?”……”kalo Cuma 4 milyar ya buat elo aja deh, ga usah dibagi ke gue, ntar gue ambil apartemen yang di Sommerset aja, bisalah 20 milyar”. Mas-mas yang duduk didepannya, melengos sambil bisik-bisik ke temen sebelahnya “ kalo punya 20 milyar kenapa masih naik angkot siiih?....menuh-menuhin aja deh”.
Mereka bertiga, setelah sadar atas apa yang telah diucapkan melalui handphone masing-masing, sebenernya geli sendiri, jangankan orang lain yang mendengarkan. Ngomongnya aja milyar, wujudnya sih ga pernah liat secara nyata tumpukan duit yang bernilai milyar. Jangankan milyar, duit premi sepersekian persen dari milyar yang dihasilkan dari bisnis milyaran bahkan trilyunan itu aja hanya bisa dilihat tulisannya aja pada saat penanda-tanganan Slip Reasuransi , yang akan datang belakangan setelah proses negoisasi selesai.
Bisnis ini emang seakan-akan ga nyata, ambil pabrik ini, mau apartemen itu, ikut pelayaran mana, padahal barangnya seperti apa dan letaknya di mana serba ga jelas, gelap. Gayanya aja keren karena ngomong milyaran, padahal yang diterima gaji bulanan yang segitu-segitu aja, udah ketaker. Mana metode, bentuk dan cara perhitungannya sangat njelimet bikin mumet, yang bertahun-tahun jadi pegawai perusahaan seperti ini aja masih bingung apalagi orang awam.
Family day out

Hari ini untuk pertama kalinya gue pergi ke museum, ga jauh-jauh kok, di museum fatahillah Jakarta. Ide awalnya sih karena bosen kalo jalan-jalan ke mall, dimana kita harus ngabisin duit mulai dari bensin, parkir, jajan, makan, efek laper mata yang bikin tangan bawa-bawa tentengan pulang dari sana belum lagi hiburan sikecil di funworld, moiland, playground atau apapun itu namanya untuk menggantikan istilah odong-odong.
Akhirnya tercetuslah ide untuk ngajakin sikecil Fausta naik kereta api, karena dia kan ngefans banget tuh ama Thomas and his friends, pokoknya niat banget hari ini berpetualang di kota Jakarta. Berangkat dari rumah naik angkot untuk ke stasiun pondok kopi. Berhubung belum pernah naik angkot ( Fausta maksudnya….kalo gue sih jangan ditanya wong kerjaannya naik-turun angkot mulu) girang bukan main deh, entah kenapa padahal angkotnya juga jorok dan panas. Namanya juga angkot, tanpa ac dan suka ngetem sembarangan tanpa memperdulikan penumpang yang kegerahan atau mobil dibelakangnya yang jalannya jadi terhalang ama tuh angkot.
Sampai di stasiun pondok kopi, beli tiket kereta dulu, berhubung KRL yang ac baru akan datang 1 jam lagi, ditambah ama ngeliat ruang tunggu kedatangan KRL itu begitu sederhana dan alakadarnya maka diputuskan untuk beli tiket KRL ekonomi, maksud hati sih biar cepet nyampenya, ga klamaan kepanasan dan menurut info dari petugas loket kalau hari ini ga bakalan rame/padet penumpangnya. KRL datang tepat waktu dan oh my god penuh booo……..nasib kudu berdiri sambil gendong bayi umur 2,5 tahun deh…..tapi untungnya ada mas-mas baik hati yang ngasih tempat duduk, selamatlah gue dari penderitaan pertama…..
Sampainya di stasiun kota, kita naik angkot lagi menuju glodok, soalnya mau nyari kulkas, bukan mau beli sih cuma mau liat harganya aja, belinya ntar kalau udah punya uang. Trus muter-muter lagi nyari DVD Thomas untuk Fausta, bagi gue yang pertama kali ke sana, pemandangan disana cukup mencengangkan, gimana enggak masa filem bokep dijual di pinggir jalan, haloooo pak polisi…..disini ini sarangnya pembajakan dan perusak moral, iman generasi bangsa, kok dibiarin aja siihh? Katanya Piracy is a crime. Terkesima deh gue, laki gue langsung narik tangan gue sambil bilang “ga usah beli, kalau mau bisa download sendiri kok, kalo beli disini penipu semua, paling-paling gambarnya doang yang bokep, pas disetel isinya ibu-ibu lagi pengajian”, halah….pernah toh? Pantesan pak polisi ga pernah menggerebek di sini wong isi DVD nya ibu-ibu pengajian kok……………
Dari glodok kita ke museum Fatahillah, ternyata di sana udah rame, mungkin karena liburan, halamannya penuh ama orang jualan, mulai dari yang bikin tato, nawarin foto pre-wed sampai jualan terompet, maklum mau tahun baru. Biasanya nih, kalo banyak pengunjung dan banyak orang dagangan hasilnya adalah……sampah di mana-mana, ampun deh, padahal tempat sampah disediakan dan aturan dilarang buang sampah sembarangan udah di pasang, masa sih ga ngerti juga…...
Pas udah di dalam, ternyata harapan gue ga sesuai dengan kenyataan, gue langsung naik ke lantai 2, di tangga sudah d kasih peringatan ga boleh bawa makanan, ga boleh moto ama ga boleh pegang barang-barang museum, dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sampai di lantai 2, ternyata di berbagai sudut ruangan sudah banyak sampah makanan bertebaran, abg-abg yang sedang berfoto-foto dan posenya dengan memegang barang-barang museum tersebut. Dasar Indon…..
Harapan gue tadinya masuk ke museum ini akan ada pemandunya yang akan menerangkan makna barang-barang, lukisan-lukisan dan patung-patung yang dipamerkan di sana. Semacam itu loh DR. Ross Geller kalo di serial Friends atau Night at the museum, apa gue aja ya yang kebanyakan nonton film, jadinya suka berharap yang berlebihan…….Ga ada pemandu cuma salah satu dari kekurangannya, menurut gue yang bukan lulusan design interior, itu kursi, meja dan lemari di taro begitu aja tanpa ada konsep penataan yang jelas bikin ilfil aja deh…..udah gitu kursinya dipakein kawat, maksudnya biar ga didudukin ama pengunjung, yang bener aja…….kenapa sih ga dibikinin pagar pembatas kayak yang biasa dipake untuk pembatas antrian di bank gitu daripada kursi bagus-bagus dari jati dililit pake kawat, bikin tambah rusak aja……..
Belum lagi pencahayaan yang kurang, masa lantai, dinding dan barangnya dari kayu semua, lampunya temaram sekali, jadi pengunjung ga bisa ngelihat dengan jelas detail lukisan maupun ukiran kayunya. Mana lemari yang di pamerin dibiarin kosong melompong gitu, kayaknya bakal menarik kalau lemarinya diisi ama barang pecah belah yang ada dijaman itu, mungkin juga emang niat ga di isi sebab kalau di isi takut di colong ama pengunjungnya. Terus tulisan keterangan yang ada di sana hanya dari hasil print dan di tempelkan begitu saja. Duh, miris deh ngeliatnya, coba kalau dicetak bagus, di kasih bingkai dan jangan di tempel, bikin apa tuh namanya yang dari besi untuk taro buku partitur kalau di konser music. Padahal kalau museum ini sedikit terawat, akan sangat menarik jadinya. Apa salahnya sih nyewa tenaga design interior biar terlihat sedikit lebih menarik gitu.
Lanjut lagi turun lewat belakang, ada penjara yang letaknya dibawah bangunan museum, penjaranya kecil dan rendah, bahkan gue aja ga bisa berdiri tegak disitu, didalamnya ada bola-bola besi yang konon digunakan sebagai pemberat kaki para tahanan supaya ga bisa melarikan diri. Di depan penjaranya ada saluran got kecil gitu yang aromanya semerbak bikin mual, entah emang tuh got dari dulu dibikin semerbak gitu untuk terror mental bagi inlander-inlander yang di penjara atau baru dibikin sekarang aja untuk mendramatisir suasana penjara. Hanya Tuhan dan pegawai museum itu yang tahu…..
Setelah puas berkeliling, maksudnya puas mengkritik kali yah, kita pulang jalan kaki sampai stasiun kota. Kali ini harus pake KRL yang ac, dan Alhamdulillah emang adanya yang ac. Kira-kira nunggu 10 menit keretanya datang, pintu kereta baru dibuka, penumpang yang didalam belum keluar, penumpang yang diluar udah heboh berebutan pengen masuk. Kebayang ga sih, itu pintu kereta tingginya kira-kira setengah meter dari kita berdiri, yang didalam untuk keluar kudu loncat, sedangkan yang diluar menghalangi penumpang yg akan loncat. Desak-desakan dan pada berebut tempat duduk, untungnya gue dapat juga tempat duduk, dan kereta langsung penuh-nuh…….lebih parah dari kereta ekonomi pas berangkat tadi. Sialnya yang katanya ac ternyata cuma pajangan doang, adanya kipas angin aja, tetep aja jadinya panas. Namanya juga kereta bekas, dapat hibahan dari bekas penjajah, apa boleh buat…..
Tapi seneng juga ama pengalaman hari ini yang sedikit beda, walaupun dalam hati jadinya memaki para koruptor. Coba kalau duitnya ga dikorupsi kan bisa beli alat transportasi umum yang lebih laik, jadinya gue jalan-jalan pake kendaraan umum lebih nyaman, anggaran perawatan museum yang memadai untuk bener-bener merawat benda-benda bersejarah itu, jadinya bikin pengunjung jadi lebih meningkat dan lebih menghargai sejarah bangsa. Ngarep aja……
Friendship never end

Peristiwa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya musibah bagi gue. Koper gue ilang di Changi Airport, isinya sih bukan barang-barang berharga, tapi cukup berharga untuk menunjang kehidupan gue selama seminggu dinegri orang. Panik banget pastinya, rasanya pengen marah atas keteledoran ini tapi ga tau harus marah sama siapa, secara petugas di changi baik bener, gue di ajak ke lost and found dan bikin laporan. Sementara itu, temen gue setia nungguin gue sambil update status di facebooknya, yang isinya ngasih pengumuman kalo luggage gue ilang, well….ga berapa lama simpati berdatangan via sms. Gue jadi sedikit terhibur, karena kata-kata yg menyejukkan yang di sampaikan melalui sms oleh teman-teman. Ya……itulah gunanya teman.
Teman adalah seseorang yang bersedia untuk berkerjasama dan selalu berusaha untuk mendukung disaat-saat dalam keadaan yang sama sekali ga terduga seperti kejadian diatas, selain itu, seorang teman menurut gue harus rela untuk memberikan waktu, tenaga maupun pikiran disaat kita sangat membutuhkan.
Baru-baru ini gue juga ketemu sama salah satu teman lama yang sangat gue kagumi, pernah naksir sih maksudnya, tapi bertepuk sebelah tangan. Banyak sekali persamaan atara kita, yang baru gue tahu belakangan ini. Bersyukur juga karena akhirnya kita jadi berteman, karena kalau misalnya kita sempet jadian, saking banyaknya persamaan mungkin saja bisa bikin kita berdua cepet bosan yang nantinya di khawatirkan menimbulkan putusnya suatu hubungan. Gue rugi kalo gitu, secara temen gue ini pinter, kalo putus hubungan ama dia, makin berkurang aja sumber ilmu pengetahuan gue.
Friendship never end, kata sapa ya kira-kira? Lupa deh, tapi kalo di pikir-pikir emang bener sih…..Persahabatan atau perteman itu lebih abadi. Coba aja kalo kita pacaran, pas udah putus bubar jalan, ga bakalan deh hubungan akan baik-baik saja, sedikit banyak pasti selalu saja akan ada dendam disalah satu pihak. Jangankan pacaran, suami isteri yang masing-masing menjadi mantan karena perceraian kadang ada kalanya pisahnya secara heboh saling maki, lupa ama masa-masa bahagia dulu, ataupun lupa ama keluarga dan anak-anak yangmenyaksikan.
Pernah juga ada selisih paham sama seorang teman karib, gara-gara hal sepele tapi krusial (sepele tapi krusial maksudnya apa ya?). Lama banget kita ga saling sapa, ga saling sapa maksudnya kalo ketemu tetep aja senyum tapi ga ada lagi namanya curhat-curhat or sekedar cekikikan menertawakan kebodohan masing-masing maupun kebodohan orang lain. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya toh kita bisa saling memaafkan meskipun ga dinyatakan secara lisan.
Teman merupakan orang yang dekat dengan kita karena adanya berbagai persamaan, merasa senasib sepenanggungan maupun karena alasan-alasan yang kadang konyol. Seorang teman akan selalu mendukung dan berbagi dalam segala hal, namun harus tetap respek satu sama lain.
Teman yang baik akan memberikan penilaian yang sejujurnya pada kita, apakah kita salah dalam melakukan sesuatu ataupun salah dalam mengucapkan sesuatu dengan bahasa yang ga akan terdengar menggurui. Teman adalah tempat kita untuk berbagi empati maupun simpati yang menurut bahasa sekarang lebih dikenal dengan curhat. Lebih penting lagi, teman adalah seseorang yang bisa kita percaya untuk mendengar segala sumpah serapah,tangisan dan makian kita terhadap orang yang menyakiti kita dan tanpa disadari juga ikut merasakan penderitaan kita.
Untuk itu selagi bisa, perbanyaklah berteman, mumpung masih ada fasilitas jejaring social yang bisa menghubungkan kita dengan teman-teman jadul maupun teman-teman baru, tapi jangan lupa, hati-hati juga dalam berteman, akan ada banyak orang yang akan berlagak menjadi teman bagi kita tapi ternyata malah menjerumuskan. Pertemanan seperti ini jangan dilanjutkan lagi. Kalau ada orang yang ngaku sebagai teman kita tapi tindakannya malah mempermalukan dan menyakiti kita, maka tuh orang udah ga bisa lagi dikategorikan sebagai teman.
Sebaliknya, teman sejati akan muncul tanpa kita sadar, bahwa dia selalu ada pada saat kita butuh tempat untuk curhat maupun hanya sekedar bisa diajak bolos untuk menghindar dari rutinitas kerja, hehehehehe udah tua masih aja bolos……………….Itulah gunanya teman, seperti yang dikatakan sebelumnya friendship never end.
Buat teman-teman semua yang aku cintai.......
Grace under Cheat
Ngomong-ngomong soal cheating, apa yang harus dilakukan seorang wanita ketika mengetahui kalau suaminya selingkuh? Well, mungkin tips-tips ini bisa sedikit membantu, walaupun tanpa penelitian yang mendalam maupun sumber-sumber yang terpercaya, hanya pemikiran sederhana (kalo ga di bilang dangkal) dari gue.
Pertama, ladies….don’t get panic. Ambil napas dalam-dalam dan lepaskan sedikit demi sedikit, ingat…. tetap tenang. Pastikan dulu bener-bener selingkuh atau enggak, jangan maen langsung nuduh dan meraung-raung sambil nyakar-nyakar, ih, ga elegan banget deh……..kalian para wanita, cari tau dulu apakah perselingkuhan itu benar adanya ataukah cuma isyu belaka. Bukti-bukti kalau bisa harus ada. Untuk cari tau hal-hal itu, makanya gue bilang jangan panic……chill aja……enak ya gue ngomong hehehehe.
Kedua, Tanya langsung ama sumbernya, yaitu suami anda, teteeeep tenaaaang……..nanyanya juga bintang sinetron tingkat tinggi dong, belagak tenang meskipun hati teriris-iris. Misalnya gini, sambil santai-santai pas abis makan malem, Tanya pelan-pelan, mas/yang/cinta siapasih si NN ini? Kalo d jawab cuma temen or ga kenal, baru keluarin bukti-bukti yang anda punya, entah foto, email atau sms. Kalo masih ga ngaku or tetep bilang cuma teman yah itu pinter-pinternya kalian menilai, trust your feeling, yang kenal suami kalian kan kalian sendiri, jadi harusnya tau dong apakah dia bo’ong atau enggak…...
Ketiga, jangan pernah…...sekali lagi jangan pernah mendatangi si selingkuhan. Untuk apa? Satu-satunya orang yang harus dipersalahkan dalam hal ini adalah suami anda, jadi jangan salahkan si perempuan lain yang menggoda atau bahkan tergoda oleh suami anda. Dan juga jangan menyalahkan diri sendiri, please deh, udah di bo’ongin masih aja merasa bersalah.
Keempat, ladies……no man worth your tears, boleh nangis tapi menangisi kebodohan anda sendiri kenapa dulu mau ama suami anda, padahal diluar sana banyak sekali laki-laki lain yang mungkin diam-diam memuja anda tapi anda terlalu buta untuk mengetahuinya. Jadi teruskan hidup, buat suami anda menyesal melakukan tindakan yang bodoh itu, kalau merasa ditinggal karena gendut, olah raga lah supaya langsing jadikan itu motivasi, karena biasanya cewe emang males olah raga (termasuk yang nulis nih), dandan yang secantik-cantiknya, make over bila perlu, perluas pergaulan jangan terpuruk. Jadi gini maksudnya, kalau dia selingkuh sementara anda malah tampil lebih memukau, tenang dan percaya diri, dia sendiri yang akan bingung kenapa anda ga merengek-rengek minta perhatian, dia akan merasa anda independen dan ga butuh dia lagi, setiap laki-laki akan merasa luka harga dirinya jika pasangannya ga butuh dia lagi.
Selanjutnya buat percakapan yang lebih serius ama suami kalian, bikin suatu perjanjian yang memerlukan nyali, terutama bagi cewe-cewe yang tergantung secara financial sama suami, kalau memang suami anda sudah menemukan soulmate yang lain, dia harus memilih antara anda dan si selingkuhan. Kalau dia tetep milih selingkuhan ya sudah iklas aja, kan kalian tadi udah cantik dan percaya diri, jadi teruskan hidupmu………..
Hey, hidup ini simple aja kalau kita bisa bersikap simple. Lagian yang namanya rejeki, jodoh dan maut itu kan udah ada yang ngatur, kita kan cuma ngikutin aja. Emang gampang sih ngomong gitu, karena belum tentu kalo gue yang lagi sial kena musibah kayak gini bisa melakukan hal-hal yang gue sebutin di atas. Kan ini cuma saran aja,supaya sebagai wanita kita udah bisa siap dan bisa langsung menata hati kalo hal ini terjadi (amit-amit deh), jadi jangan parno duluan. Namanya juga pendapat pribadi, yang ga ada dasar hukumnya. Paling enggak kan gue ga perlu mriksain betis suami gue tiap kali dia pulang kerja.hehehehehehe